Lebih baik kehilangan barang daripada kehilangan anak

“Lebih baik kehilangan barang daripada kehilangan anak”, ya iyalah masa ya iyadong, niru ungkapan anak mudah yg terkena iklan tv.  Demikian diucapkan istri ketika sampai rumah mengetahui beberapa bawaan ketinggalan di Sengkaling, taman wisata di Malang barat, sebelah UMM.

Kami baru saja menemani anak untuk ikut senam masal RA se-Kota Malang di taman wisata sengkaling, mungkin jumlahnya hingga ribuan. Anak-anak TK yg mewakili dari berbagai RA berkumpul disebuah lapangan di Sengkaling. Suasana sebenarnya cukup panas, sayang panitia kurang bijak, senam masal tersebut diawali dengan berbagai sambutan, dan membiarkan anak-anak TK tersebut menunggu, berbaris di tengah lapangan yang panas, sedangkan yg memberi sambutan berada di panggung yang teduh. Mengapa tidak diadakan senam dahulu, kemudian ada sambutan, karena dengan suasana seperti itu, dipastikan anak-anak dan orang tua yang datang tidak mendengarkan sambutan yang bertele-tele.

Setelah sambutan dari berbagai pihak yang mungkin berdurasi 30-45 menit, barulah dimulai senam yang hanya 5-10 menit. Dan begitu selesai, brulll.. seperti tawon terbang, anak-anak bersama guru dan orang tua bergegas meninggalkan lapangan. Istri saya yang sedari tadi mengawasi Avi -kehilangan jejak, nggak tau kemana rombongan anak2 RA 17, karena memang seragam anak-anak sama semua, lengah sedikit maka bisa kehilangan yg diawasi. Istri segera menemui saya yang menunggu di pintu/jembatan keluar dari lapangan, dia nanya melihat Avi dkk nggak, belum kelihatan kata saya, maka paniklah dia, pecahlah tangisannya, saya gak bisa menenangkan. Kami memutuskan kembali ke panggung utama.

Terdengar berbagai info, anak-anak ataupun orang tua yang menunggu anak mereka. Termasuk panggilan ke orang tua Avi -kami berdua, kami melambaikan tangan, MC langsung bilang “nah orang tua Avi datang”. Saya melihat Avi asik saja bermain di dekat panggung, nggak merasa “hilang” dan kepanikan Ibunya. Lega rasanya, anak kami tidak hilang ditengah ribuan orang. ternyata gurunya mengawasi dengan benar anak-anak sekolahnya, dan tidak mengijinkan berpisah sebelum dijemput orang tuanya.

Afrina Hanifah Mufidah

Afrina Hanifah Mufidah

Setelah acara tersebut, Avi minta berenang di taman Pesona Primitif Sengkaling, dan main bom-bom car bersama saya. ampir dhuhur kami pulang setelah main beberapa wahana di sengkaling. Sampai rumah baru ingat beberapa barang ketinggalan disana, istri tenang aja, dia bilang “Lebih baik kehilangan barang daripada kehilangan Avi”……. Lihat foto-fotonya di >>>

1 Comment

Filed under karunia-anak

One response to “Lebih baik kehilangan barang daripada kehilangan anak

  1. rury_arf

    Saluuuuuuut utk Pak Wahyu yang care banget dengan keluarga…..
    Setelah seminggu ninggalin keluarga di Malang untuk tugas di Batam, bisa langsung nemenin keluarga terutama anak tercinta…
    Salam buat keluarga Bapak …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s