Selamat Hari Raya Idul Adha 1429 H

Hidup adalah sebuah pencarian. Labuhkan pencarian hidupmu hanya pada Yang Maha Kekal meski penuh pengorbanan. Layaknya pencarian & pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang hanif.

Ketulusan hati sering terlukai dengan keegoan. Keikhlasan penghambaan sering terguris dengan keangkuhan. Nabi Ibrahim AS selalu menjadi inspirasi tak bertepi untuk perbaiki diri.

Selamat hari akbar nan indah;  Idul Adha 1429H.

Ya Allah , semoga teman-teman diberi kesolehan seperti Nabi Ibrahim,
diberi ketaatan seperti Nabi Ismail,
diberi keikhlasan seperti Siti Hajar,
dan diberi keberkahan junjungan kita Nabi Muhammad S.A.W.
Amin ya Robbalalamin

Saya coba kutipkan sebuah tausyiah yang pas untuk lebaran idul adha ini, yaitu sebuah pilihan doa yang sangat pas.. selanjutnya klik read more ya….

RABBI HABLI MINAS SHOLIHIN by faradis family
Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS 22;37)
Sesungguhnya segala puja dan puji hanyalah milik Allah azza wa jalla, BERTAKBIRLAH seluruh alam raya ini dengan senantiasa membesarkan Nama-Nya, BERTAHLIL menguatkan azzamnya kepada ilahi rabbi, serta BERTAHMID memberikan pujian terindah dari relung hati dan BERTASBIH dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya……
ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR LAA ILAHA ILLALLAH HUWALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR WALILLAHILHAMD…….
Saudaraku……
Semesta alam bergemuruh riuh bersama, setiap pelosok desa, kota dan celah-celah terpencil sekalipun mengumandangkan takbir bersama, saling terikat dengan ikatan yang sama, tak ada kata perbedaan disana, tak ada sebuah egoisme yang muncul membuncah dari jutaan khalayak dan pemersatu itu sungguh indah, menawan dan mempesona….. ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR WALILLAHILHAMD….
Bercermin dari sebuah keluarga yang yang sangat sederhana, bersahaja, bijaksana serta selalu memperhatikan kesinambungan dakwah, itulah cikal bakal dari sebuah proses yang besar dan agung, yang dikemudian hari jutaan manusia terlibat dalam fenomenal aksinya hingga ribuan tahun……
Saudaraku……
Berangkat dari sebuah kegamangan hati dari seorang Penggiat Dakwah, Nabiyullah Ibrahim Alaihis salam, meluncurlah sebaris do’a yang sangat masyhur di seantero jagat raya, RABBI HABLI MINAS SHOLIHIN (ya Rabbi, wahai tuhanku, anugerahkanlah kepadaku keturunan (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang sholeh). Begitulah yang menjadi harapan dari seorang laki-laki perkasa yang sangat bersejarah, tak ada yang begitu mengganggunya selain keinginan tuk mendapatkan seorang anak yang akan menjadi penerus dakwah, Ar-risalah yang mulia dari Rabb tuhan semesta alam.
Saudaraku…..
Kalaulah kita yang dihadapkan pada situasi yang sama, yaitu dimana kita akan dihadapkan pada situasi kegelisahan untuk mendapatkan seorang keturunan, maka tentulah kita akan memperbanyak berdo’a kepadaNya. Namun apa yang membedakan permohonan dari kebanyakan orang dengan Nabi Ibrahim ? yaitu hanya terletak pada landasan berfikir & isi dari sebuah permohonannya. Ya, karena Nabi Ibrahim, sangat mengharapkan keturunan karena khawatir dengan keberlangsungngan dakwah atau dengan kata lain, beliau sangat khawatir dengan kelanjutan dari sebuah estafet perjalanan risalah.
Dan tengoklah juga isi dari do’anya, beliau tidak memperbanyak suku kata yang dipilihnya dalam mengungkapkan kegalauan hatinya…… tapi beliau hanya mengambil satu suku kata yang begitu tepat, AS-SHOLIHIN.
Nah, bagaimana dengan do’anya kebanyakan orang, mungkin do’anya begitu panjang, tak cukup satu kosa kata yang dipilihnya, kalo perlu semuanya diambil.
Ya Allah, berikanlah kepada kami seorang anak laki-laki yang cerdas, sehat, perkasa, tidak cacat, tampan, yang menjadi penerus keturunanku, usahaku, hartaku, kekayaanku………………. dlsb…… ya, mungkin seperti itulah do’a yang diucapkan setiap harinya.
Saudaraku….
Semoga, kita dapat meneladani dari berbagai hikmah yang telah Allah ajarkan melalui para RasulNya. Dan ketika saatnya nanti kita menjadi hamba-hambaNya yang taat, tunduk dan patuh pada semua ketentuan yang diturunkanNya. Dan Allah SWT menganugerahkan kita, anak serta cucu kita menjadi orang-orang yang sholeh…… Amin, amin ya robbal ‘alamin….
wallahu ‘alam bis showab.

1 Comment

Filed under motivator, mozaik hidup

One response to “Selamat Hari Raya Idul Adha 1429 H

  1. tulisan anda sangat bagus, met idul adha jg ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s