Serba Bandung di GWK, ada Mushola di Hardy’s Mall

Hari ke-3 di Bali, kami wisata ke beberapa tempat, yaitu: Pantai Nusa Dua, GWK (Garuda Wisnu Kencana), Pantai Kuta, dan ke supermarket cederamata bali : Airlangga.
Pantai Nusa Dua terletak di Nusa Dua, untuk ke sana arahnya selatan Denpasar, dan masuk kawasan hotel-hotel mewah di Nusa Dua, tidak ada tiket masuk khusus, cukup parkir kendaraan dua ribu rp. Pantainya bersih dan tidak ramai, serta ombaknya tenang sehingga tepat untuk berenang. Di sekitar pantai juga ditumbuhi pohon-pohon rindang, sehingga menyejukkan.

avi  - icha - gitan

avi - icha - gitan

Setelah puas mandi-mandi di pantai Nusa Dua, kami menuju GWK Cultural Park, untuk kesana tidak jauh dari Nusa Dua, cukup masuk melalui [read more]Universitas Udayana, Politeknik Negeri Bali, keluar sedikit sudah masuk ke GWK. Ada tiket masuk di sini, lima belas ribu untuk dewasa dan sepuluh ribu untuk anak-anak, jangan kuatir, kalau diantar sama orang bali maka cukup lima puluh ribu untuk seluruh penumpang/1 mobil bisa masuk. Kami bilang dari Bangli, petugas bilang “iya kami tau.. orang bali masa cuma mau lihat patung.. harus bayar..”.  Kawasan dengan luas lebih 240 ha memang megah, meski belum selesai namun pengunjung sudah banyak. Masuk kawasan ini kita melihat tambang batu kapur yang menjulang.

Dari http://www.gwk-culturalpark.com dapat dibaca Dirancang dan dibangun oleh Nyoman Nuarta, salah satu pematung terkemukadi Indonesia, patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) dan bangunan pendukungnya akan berdiri setinggi 150 meter dengan bentangan sayap selebar 64 meter. Dibuat dari 4000 ton lebih perunggu dan tembaga, patung ini menggambarkan Dewa Wisnu, sedang mengendarai punggung burung legenda Garuda sebagai manifestasi kesadaran menuju Amerta.

Patung GWK akan dikelilingi oleh lebih dari 240 hektar taman budaya yang awalnya merupakan tambang batu kapur yang tidak produktif dan sudah ditinggalkan. Taman budaya GWK akan menyediakan pertunjukan bagi pengunjung domestik maupun asing dengan fasilitas penunjang seperti Lotus Pond, Festival Park, Amphitheater, Street Theater, Exhibition Hall, dan juga Jendela Bali The Panoramic Resto dan toko suvenir. Untuk sementara, patung Wisnu, Garuda dan tangan Wisnu ditempatkan di tiga plaza yang berbeda.

Suasana panas dan topografi yang naik turun, membuat pengunjung haus, namun di GWK banyak sekali tempat makan, lucunya semuanya serba Bandung, ada es dawet bandung, mie kocok, batagor, gado-gado, es teler, kelapa muda, bakso bandung. Dengar-dengar karena Nyoman Nuarta juga tinggal di Bandung.

Puas di GWK, kami menuju Kuta, nmun mampir dulu ke Hardy’s mall, cari kebutuhan kecil: sandal, kaca mata, pc-plus, es cream. Ketika keluar dari Hardy’s saya melihat musholla, wah pas sekali, bisa sholat dulu di sana. Sungguh membanggakan, beberapa kali ke mall di jawa, tapi tidak menjumpai musholla se-khusus di Hardy’s Bali ini, cukup luas, disediakan tempat wudlu yg bersih. Letaknya di depan, beda banget di Malang Plaza, ada di paling belakang, mushola dan tempat wudlu jauh banget dan terkucil serta seadanya. Lega sudah sholat, bisa dengan tenang melanjutkan perjalalan.

Sebelum masuk kuta, setelah simpang Bandara Ngurah Rai, Kiki dan Icha  minta mampir ke Rip Curl Factory Outlet, produ2 rip curl australia yang sedang “sale”. Dari sini langsung menuju Kuta, sudah mulai macet, yah harus sabar menuju Kuta. Kuta sangat ramai dan ombaknya besar, jadi anak-anak cuma main pasir dan main ombak saja. Mungkin bosan dengan pantai, anak2 sudah minta pulang.

Kami menuju supermarket Airlangga di Denpasar, namun Gitan -adiknya Kiki, minta makan dulu, kami mampir di Rumah Makan masakan Banyumas, dengan macam2 menu, sepertinya pas juga buat anak-2, bahkan Gitan menghabiskan Udang Goreng dan Ayam Goreng. Kalau saya nemukan kesukaan.. “pete”!!! Setelah perut terisi, kami siap jalan-jalan lagi, sudah hampir jam 7 malam, kami menuju Airlangga. Wah ini supermarket Cenderamata Bali, hmpir semua cendera mata yang ada di temat2 wisata Bali semua ada di sini, dari souvenir sampai kaos dll ada di sini. Kita bisa memilih sendiri seperti di supermarket, harganya pun dari yg seribu perbiji hingga ratusan bahkan jutaan ada di sini. Yang jelas harganya sudah pas, dan patokan termurah, sepertinya ini harga bawah jika kita beli di tempat wisata.

Leave a comment

Filed under karunia-anak, liburan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s