Malang City Tour

Sabtu pagi kemarin Malang sangat cerah, seperti janji malam sebelumnya saya ingin mengajak teman lama yang datang dari Bogor, untuk keliling kota Malang. Setelah hampir 5 hari dia mengikuti kegiatan diklat yang padat pagi hingga sore, dan malam hari menyelesaikan tugas sambil silaturahmi, maka saatnya untuk melihat-lihat Malang di pagi hari.
Pagi itu saya mengajak jalan sambil mengantar si kecil sekolah, maka kami janjian jam 6.30 dari VEDC Malang di Arjosari. Kebetulan rumah saya hanya 300 meter dari VEDC jadi berangkat dari rumah mampir VEDC, teman saya yaitu kang Chaerul sudah menunggu, selain tempat diklat, VEDC juga menyediakan Guest House bagi peserta pelatihan di sana. Dari VEDC kami menuju SD Muhammadiyah 9 di Jl. R Tumenggung Suryo tempat anak saya bersekolah, maka kami melewati jalan Raden Intan, kemudian sebelum fly over belok kiri lewat jalan Panji Suroso, di perempatan Adi Sucipto saya ceritakan kalau ke arah kiri maka menuju Bandara Abd. Saleh, juga melewati tempat wisata Wendit Water Park, kami terus saja masuk jl. Letjen S Priyo Sudarmo, ada beberapa perempatan dilewati yaitu Jl. Ciliwung dan Jl. Sulfat, kemudian melewati daerah Sanan, pusat kerajinan tempe Sanan, dimana di sini banyak toko oleh-oleh khas malang, mulai dari keripik tempe, keripik buah, sari apel, dodol apel dll. Sampailah di SD Muhammadiyah 9 yang satu lokal dengan Masjid Panglima Sudirman. Kang Chaerul cerita, kalau dulu pernah mengikuti kegiatan Rakor Muhammadiyah dan berkunjung ke sini.

Dari Jl. Tumenggung Suryo, kami melewati bunderan SMP Negeri 5 Malang, salah satu sekolah favorite di Malang, kami terus ke arah selatan melalui jl. Panglima Sudirman, terlihat pagi itu beberapa orang berolah raga di Lapangan Rampal, diperempatan Rampal kami belok kiri, melewati viadeg, kemudian diperempatan belok kiri melalui Jl. Trunojoyo, sampailah di Stasiun Malang atau biasa disebut Stasiun Kota Baru, karena ada stasiun lama di sebelah selatan. Dari depan stasiun kami melewati Jl. Gadjah Mada, menuju bundaran Tugu, disinilah pusat pemerintahan kota Malang, kami berhenti sejenak sambil mengambil beberapa gambar. Disebelah timur adalah Gedung DPRD Kota Malang, kemudian selatan adalah Balai Kota Malang.
Lihat gambar di samping, saat kang Chaerul berpose dilatarbelakangi Balai Kota, kemudian Tugu yang menjadi simbol Kota Malang, juga di sebelah barat adalah Splendid Inn dan Hotel Tugu. Di sebelah utara juga ada beberapa SMA Negeri.
Dari Bundaran Tugu kami melanjutkan melalui Jl. Kahuripan, dimana di sebelah kiri ada pasar bunga dan juga pasar burung, kemudian di kanan ada Taman Bermain SenaPutra. Di perempatan kami belok kiri, masuk Jl. Basuki Rahmat, pusat bisnis Kota Malang, inilah daerah Kayutangan, dimana masih ada beberapa bangunan kuno, termasuk “Restaurant Oen”.

Sampailah kami di Alun-alun pusat Kota Malang, si kang Chaerul bilang, ini bukan alun-alun.. karena alun-alun harusnya ada lapangan luas, ini lebih tepat Taman Kota,.. bener juga sih ini adalah alun-alun yg berubah jadi taman kota. Di sekitar alun-alun ada Masjid Besar Kota Malang, juga Gereja, Kantor pos, dan beberapa pusat pembelanjaan. Kami tidak berehenti, jadi mengitari Jl. Merdeka, kemudian masuk ke Jl. Kauman (daerah perkampuangan keturunan Arab ada di sini), kemudian belok kanan Jl. Kh. Hasyim Ashari, terus sampailah di Jl. Kawi, melewati Malang Olimpic Garden, saya ceritakan kalau di belakangnya adalah Stadion Gajayana.

Ketika sampai bunderan Jl. Besar Ijen, kami terus saja menuju Depot Pecel Kawi.. yah saatnya sarapan pagi khas Malang. Di sini sebenarnya berderet Depot bermacam menu.. salah satu tempat menikmati kuliner khas Malang, seperti Rawon, Bakso, Tahu campur madura dll. Untuk sarapan, maka yg khas adalah pecel. Depot Pecel Kawi sebenarnya menyediakan beberapa menu selain Pecel, yaitu Rawon dan Nasi Bali, tapi karena kemarin sudah mencoba Rawon masakan istri saya, maka kang Charul memilih pecel, untuk minuman juga tersedia menu tradisional dari susu dan madu. “Wah ramai juga ya” kata kang Chaerul. Ya Depot Pecel Kawi buka dari pagi hingga malam hari, dan selalu ramai. Meski demikian, sambil menikmati pecel Kawi, kami masih sempat mengobrol, dan mengenang Warung Dirjo, sebuah Warung yang terkenal dan berada di samping tempat saya dan kang Chaerul sekolah yaitu SMA Negeri Gombong, warung tersebut sering menjadi langganan, dengan menu Sop Buntut dan tempe mendo, makanan khas Gombong, menjadi menu favorite selepas pelajaran olah raga.

Selesai menyantap pecel Kawi, kami melanjutkan “city tour” kami menuju Jl. Besar Ijen, inilah “beverly hills”nya Kota Malang. Teman saya yang saat ini mengelola SMK Pariwisata di Bogor bilang, bahwa ini memang City Tour, yang biasanya ditawarkan kepada wisatawan ketika tiba di sebuah destination, saat dijemput di bandara/stasiun menuju hotel, ditawari apakah mau langsung ke hotel atau keliling melihat-lihat kota dulu. Di jalan besar ijen ada juga Museum Brawijaya dan Perpustakaan Kota Malang. Di jalan ijen pula, biasa diadakan Festival Malang Tempo Doeloe yang terselenggara setiap tahun pada bulan Mei.
Dari Jl. Besar Ijen, kami masuk Jl. Bandung, disini banyak tempat pendidikan, mulai dari MIN dan MTS, kemudian Universitas Negeri Malang (UM), kang Chaerul juga sempat berfoto di depan pintu gerbang UM. Di depan terlihat Matos (Malang Town Square), sebuah mall yang sempat mengundang kontroversi karena berada di daerah pendidikan. Dari UM kami terus ke barat masuk Jl. Veteran, dan berbelok di depan Universitas Brawijaya, saya tawari untuk masuk tapi kang Chaerul minta terus saja, maka lanjut dan belok di Jl. Bogor menuju Jl. Mayjen Panjaitan, ini adalah jalan menuju Batu dan akan melewati Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Mau ke UMM? tanya saya, kalau rute tersebut menjauh maka nggak usah saja, kata kang Chaerul, karena dia juga janji mau ketemu saudara, akhirnya kami berbelok melalui Jl. Soekarno-Hatta, langsung terlihat Politeknik Negeri Malang (Polinema), kami sempat berhenti di sana untuk ambil gambar. Kemudian lanjut terus melewati jalan Borobudur, di sinilah Pasar Blimbing, di ujung sebelah kanan ada Masjid Sabilillah, kami belok kiri masuk Jl. Letjen Suparman, kemudian terus Jl. A. Yani, sampailah di Fly Over, tepat di pertigaan bawah fly over, kalau terus adalah arah Surabaya, kami berbelok ke Jl. Raden Intan, yah sudah hampir sampai kembali ke VEDC Malang, melewati dulu Terminal Bus Arjosari. VEDC Malang terletak tepat di sebelah timur terminal tersebut. Hampir satu setengah jam kami keliling kota Malang, dan jalur yang saya tempuh sudah melewati tempat-tempat utama Kota Malang.

Berikut ini jalur tsb di peta kota malang :

1 Comment

Filed under liburan

One response to “Malang City Tour

  1. malang namanya, maksudnya beruntung.
    kotanya indah, hawa sejuk, orangnya ramah. etc2. aku pernah kesana lho.ono koncoku cedak pasar oro2 dowo? terus jalan2 ke batu, selecta, asyik deh !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s